Bahasa Sunda di Rajagaluh sering terasa berbeda dibandingkan dengan Sunda yang digunakan di Bandung atau Garut. Perbedaannya bukan hanya soal logat, tetapi juga pilihan kata dan cara berbicara.

Kenapa Bahasa Sunda di Rajagaluh Berbeda?
Agus Triana
Jumat, 17 April 2026
Hal ini bukan sekadar pendapat. Dalam kajian Linguistik, perbedaan seperti ini memang dikenal sebagai variasi dialek, dan bisa dijelaskan secara ilmiah berdasarkan contoh nyata, letak wilayah, serta sejarahnya.
Contoh Nyata Perbedaan Bahasa Sunda Rajagaluh
Agar tidak sekadar teori, kita lihat langsung contoh sederhana yang sering digunakan sehari-hari.
Kalimat:
“kamu mau ke mana?”
Dalam Sunda Priangan:
rek ka mana?
Di Rajagaluh, kalimat ini sebenarnya sama, tetapi cara pengucapannya berbeda. Biasanya:
Lebih cepat
Tekanan kata berubah
Intonasinya cenderung berbeda saat didengar langsung
Perbedaan ini memang lebih terasa saat didengar, bukan dibaca.
Contoh lain yang lebih jelas ada pada pilihan kata.
Untuk kata “dia”:
Priangan: anjeunna
Rajagaluh: lebih sering manehna dalam percakapan sehari-hari
Untuk kata “saya”:
Priangan: abdi digunakan dalam situasi sopan
Rajagaluh: urang atau bahkan tanpa kata ganti lebih umum digunakan
Dari sini terlihat bahwa penggunaan bahasa halus di Rajagaluh tidak seketat di wilayah Priangan.
Pengaruh Letak Geografis Rajagaluh
Salah satu alasan utama kenapa bahasa Sunda di Rajagaluh berbeda adalah karena letaknya.
Rajagaluh berada di antara:
Wilayah Sunda inti seperti Bandung
Wilayah pesisir seperti Cirebon
Dalam ilmu Dialektologi, daerah seperti ini disebut wilayah peralihan. Artinya, bahasa yang digunakan tidak murni satu gaya, tetapi hasil percampuran dari beberapa pengaruh.
Pengaruh Bahasa Cirebon dan Jawa
Wilayah Cirebon memiliki bahasa yang merupakan campuran Sunda dan Jawa. Karena sejak lama terjadi interaksi seperti perdagangan dan perpindahan penduduk, pengaruh ini masuk ke wilayah Rajagaluh.
Akibatnya:
Kosakata mengalami perubahan
Cara pengucapan ikut terpengaruh
Intonasi bicara menjadi berbeda
Inilah alasan kenapa bahasa Sunda di Rajagaluh kadang terdengar “berbeda” bagi orang Priangan.
Bukti dari Kajian Ilmiah Bahasa
Perbedaan ini bukan hanya bisa didengar, tetapi juga sudah diteliti.
Penelitian dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menunjukkan bahwa wilayah Majalengka termasuk zona variasi bahasa Sunda bagian timur.
Dalam kajian Linguistik, disebutkan bahwa:
Bahasa berubah karena kontak antar wilayah
Daerah perbatasan selalu menghasilkan variasi
Tidak ada batas kaku antar dialek
Artinya, perbedaan bahasa Sunda di Rajagaluh memang sesuai dengan pola ilmiah yang sudah lama diketahui.
Pengaruh Sejarah Rajagaluh terhadap Bahasa
Selain faktor geografis, sejarah juga berperan penting.
Wilayah Rajagaluh pernah berada dalam pengaruh:
Kerajaan Sunda
Kesultanan Cirebon
Perubahan kekuasaan biasanya diikuti oleh perpindahan penduduk dan perubahan budaya. Dari sinilah bahasa ikut berkembang dan membentuk ciri khasnya sendiri.



